Jumat, 04 Oktober 2013

Let me be your Spring

Aku tak mengerti kenapa kau begitu menyukai musim gugur. Kau selalu menghabiskan waktumu sepanjang sore, duduk di bangku taman kota, headset dikedua telinga dan sesekali menangkupkan tanganmu.

“Hai, Rivat” sapaku terhadapmu

“Oh hai, anneke. Tumben sekali disini” katamu lembut, sejenak menatapku lalu kembali memandang ke suatu arah disana.

“Cuma lewat, habis beli minyak goreng di toko Koh Anh”

Kau cuma mengangguk, sesekali tanganmu mengetuk-ngetuk sisi bangku taman itu. Aku ingin bicara lebih lama denganmu, tapi aku tak ingin mengganggu waktu berhargamu itu dengan beberapa patah kata yang sebenarnya hanya basa-basi.

“Riv, aku pulang dulu yaa. Udah ditunggu mamah dirumah. Bye”

Baru saja aku membalikan badan, kau berkata, “Anneke, bisa temani aku sebentar?”

Aku tak menjawab, memandangmu heran.

“Temani aku, disini. Duduk disampingku” kau menegaskan per frase kata yang kau ucapkan. Aku menyerah, aku duduk disebelahmu.

“Apakah kau berpikir aku ini bodoh ?” kau memulai percakapanmu

“Tidak, kenapa ?”

“Aku rasa aku ini bodoh, Ke. Bodoh. “

“Apa yang membuatmu berpikir kau ini bodoh ?”

“Aku terlalu sibuk memandang masa lalu dan buta terhadap masa depanku” Aku diam, tak mengerti ucapanmu

“ Anneke, apakah kau pikir aku tak tahu setiap musim gugur kau selalu mengintipku dari balik pohon mapple itu ? Apakah kau berpikir aku tak tahu betapa kau selalu tersenyum setelah bertemu denganku ? Sebenarnya aku tahu, semuanya.”

“Kenapa ?”

~to be continued

0 komentar:

Posting Komentar

Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates