Selasa, 29 Oktober 2013

 

Teruntukmu lelaki paruh baya yang beberapa bulan terakhir ini singgah. Perlukah ku tegaskan betapa kau berarti ? Hingga akhirnya ku putuskan untuk ungkapkan rasa ? Dengan hati berdegup lebih kencang kala itu, sadarkah kau ? Tapi, kau hanya menjawab sekenamu, menganggap ini main-main. Ya, cinta gadis belum genap 18 tahun hanya main-main bagimu. Tak tahu, bahwa main-main itu sebenarnya adalah responmu kala itu.

 

Apa pula keadaan kali ini yang kau ciptakan ? Menganggapku seolah troublemaker, pengacau, cari perhatian. Sejatinya itu, kau ! kau tak tahu aku, begitu pula aku. Membiarkan pengikutmu menduga-duga siapa orang yang kau maksud dalam ocehanmu, lalu bersama-sama mencelanya. Kau lebih dari pengacau menurutku.

 

Harusnya aku menduganya lebih dulu ya, mas.

Betapa kode-kode yang kau ciptakan selama ini, kode-kode bias untuk membuatku jauh, menyebut “wanita lain” dalam setiap ocehanmu, mengagungkannya, semuanya, yang kukira semua itu adalah untukku. Tapi bukan.

 

Wanita itu, temanku.

Teman yang semula adalah tempatku bercerita, berbagi perasaan. Perasaan kepada siapa lagi kalau bukan perasaanku sama kamu ? Dengan bodoh aku mengira dia sosok teman sempurna tanpa cela, tempatku bebas bercerita tentangmu. Yang kini aku tak hbis pikir, dia ini teman macam apa ? Jibaaaaaaangggg –______-

 

Kalian cocok kok.

Yang satunya ngga pekaan, yang satunya tukang tusuk. Yah cocok sih kalo bikin usaha sate kambing. Sukses ya kalian, usaha satenya laris manis *ketjupmaho*

0 komentar:

Posting Komentar

Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates