Selasa, 18 Juni 2013

-Indonesia-

"Tante, saya tahu ini berat, tapi Naren sempat berpesan sama saya untuk menjaga tante. Mungkin dia sudah punya firasat. Tante jangan sedih, mungkin Naren akan lebih sedih jika meninggalkan ibunya yang ia sayangi dengan keadaan seperti ini." Navis berdiri disamping wanita paruh baya yang sedari tadi tak henti-hentinya meneteskan air mata, wanita itu bersandar pada bahu Navis dan Navis sendiri tak sungkan untuk mendekapnya.

Hari itu, payung payung hitam bergumul pada satu titik. Di titik dimana gundukan tanah menjulang, bunga mawar menutupi pusara dan nisan yang baru diukir dengan nama yang mungkin belum waktunya untuk ditanamkan di ujung peristirahatan terakhir orang ini. Dia begitu cepat pergi, baru minggu lalu ia genap berusia 26 tahun, baru bulan lalu diterima magang di perusahaan advertising dan sekarang dia pergi dengan banayk cerita yang kerap kali ia sembunyikan.

-Paris-
*6 bulan berikutnya*

"Soffi, ntar malam geng mau kumpul di Lea, mau ikut ?" Tarra menyikut Soffi yang daritadi sibuk mengetik halaman demi halaman Paper tugas dari dosennya.

"Pardon, aku ngga bisa ikut, Paperku ini belum selesai. Lain kali mungkin" jawab Soffi tanpa menoleh sekalipun sambil menyeka kacamata perseginya. Soffi jadi makin gila setelah kejadian 6 bulan lalu saat ia dengan bodohnya menunggu seseorang datang ke Paris, ya, teman virtualnya. Dia makin sibuk dengan paper, diskusi, "pengen cepat-cepat lulus" begitu katanya.

"Oke, aku sedikit terganggu denganmu Soffi. Kamu jadi jarang kumpul, bicaramu kaku dan kadang seriusan, paper-papermu mulu yang dipikirin. Kamu bisa ngga waras kalo begini terus, kamu ngga jenuh ? Kamu ini juga perlu sosialisasi Soff, kamu bukan mesin yang nyala 24jam buat kerja. Kali ini kamu harus ikut. Kita tunggu di Lea jam 7 PM. Aku ngga berani mbayangin apa yang terjadi kalau kamu ngga ikut ntar malem." kali ini Tarra tampak kesal, bicaranya tanpa henti dan sesekali menghela nafas sekenanya menahan sesak, lalu meninggalkan Soffi yang masih enggan menghentikan pandangan dari laptopnya.

*Menjelang 7 PM*

Soffi terduduk di pinggir tempat tidurnya, belum tahu apa yang ingin ia kerjakan. Ia lalu meraih frame photo kecil disamping tempat tidurnya.Memandangi satu per satu wajah dengan senyum gembira yang ada disana. Para sahabatnya. Alleine yang periang dan suka main UNO cards, Phillip yang jadi ketua pers jurusan tapi sama sekali ngga kaku, Nicholas si tempat curhat andalan dan suka teriakteriak kalau pertandingan sepakbola, Tarra yang peka, penyayang dan jago masalah percintaan. Di foto itu, tampak dirinya tersenyum lebar, membuatnya berpikir kapan ia terakhir kali tersenyum seperti itu ? "Aku harus bertemu mereka !" ucapnya sambil bergegas mengambil kunci scooter.

Ia memacu kendaraannya secepat mungkin, tak sabar bertemu sahabatnya dan melakukan hal-hal gila sepanjang malam. Melewati jalan arteri, lampu lalu lintas yang semula hijau, berganti merah pada jarak sekian meter saja sebelum garis zebra cross. Soffi yang memacu kendaraannya dengan keceptan tinggi, kesulitan mengerem dan pada akhirnya, " Braaaaaak...." ia menabrak pejalan kaki tepat di persimpangan menuju Lea Cafe.

-Bersambung-

0 komentar:

Posting Komentar

Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates